psikosomatik

psikosomatik

Selasa, 11 Maret 2014

Peraturan Pendaftaran Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera

Peraturan Pendaftaran Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera

-          Jadwal dan Jam Praktek : 
o   Senin s.d. Jumat : 17.00-20.00
o   Selasa, Kamis dan Sabtu : 09.30-12.00
  •           Praktek Sore pasien dibatasi hanya 10 orang, untuk Praktek Pagi pasien dibatasi sampai waktu pendaftaran jam 12 siang.
  •           Informasi pendaftaran bisa didapatkan lewat telepon ke (021) 53128222 atau (021) 53128555
  •           Pendaftaran lewat telepon tidak otomatis mendapatkan nomor antrian pasien. Namun demikian pasien bisa mendapatkan informasi tentang berapa banyak pasien yang sudah mendaftar saat itu. Hal ini untuk memberikan gambaran tentang apakah pada hari tersebut pasien sudah cukup ramai. Jika sudah mendekati 10 ada baiknya mengatur ulang jadwal kontrol. Hindari kemungkinan sudah datang jauh-jauh tapi akhirnya pasien tidak mendapatkan kesempatan berkonsultasi karena pasien sudah 10 hari.
  •           Waktu konsultasi per pasien berkisar antara 20-30 menit


Beberapa catatan yang mungkin perlu diperhatikan :
-          Pada hari-hari tertentu misalnya sepulang cuti panjang, pasien biasanya lebih banyak daripada biasa. Kadang walaupun jam praktek belum mulai, pasien yang datang sudah 10 dan pendaftaran sudah ditutup untuk praktek sore walaupun saat itu masih belum jam 17.00.
-          Selasa dan Kamis sore di mana praktek pagi juga berlangsung pada hari tersebut, biasanya lebih lengang daripada hari lainnya.
-          Karena waktu tunggu yang lama antara pasien, diharapkan pasien mempersiapkan diri sebelumnya jika ingin kontrol agar tidak merasa kesal atau bĂȘte.

-          Di sekitar RS OMNI Alam Sutera ada beberapa pusat makanan dan belanja (Flavor Bliss dan Pasar Delapan serta mal Living World dan Mal @Alam Sutera), mungkin bisa menjadi alternative menunggu giliran konsultasi terutama bagi yang berasal dari luar daerah 

Senin, 03 Maret 2014

Vertigo atau Gangguan Cemas Panik?

oleh : dr.Andri,SpKJ,FAPM (Psikiater,Psychosomatic Medicine Specialist)
Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera

Pengalaman setiap hari memfokuskan diri dalam menangani berbagai macam gangguan kecemasan sejak 5 tahun membawa saya dalam berbagai macam pemahaman dan pengalaman berharga dengan pasien-pasien saya. Banyak dari mereka bahkan hampir semua pasien yang berkunjung ke Klinik Psikosomatik RS OMNI telah sebelumnya melakukan berbagai pemeriksaan berkaitan dengan gejala panik yang mereka alami. Paling sering mereka telah melakukan pemeriksaan jantung, lambung dan ke dokter saraf. Pada tulisan berikut ini akan saya lebih tekankan tentang gejala pusing berputar yang mirip vertigo (vertigo like symptoms) yang sering dikeluhkan oleh para pasien gangguan cemas panik.

Pasien yang mengalami gangguan kecemasan panik memang sering kali tidak merasa yakin bahwa kondisi fisiknya itu murni karena masalah kejiwaan. Keluhan-keluhan fisik yang membuat tidak nyaman apalagi menakutkan seperti jantung berdebar, sesak nafas, perasaan melayang, pusing berputar, keringat dingin atau merasa dingin, perut terasa penuh dan ingin muntah adalah sebagian gejala-gejala yang bisa dirasakan saat serangan kecemasan atau panic attack menyerang. Inilah yang membuat pasien sering kali mengkonfirmasikan dulu gejalanya ke dokter-dokter yang terkait dengan kondisinya tersebut.

Vertigo adalah keluhan yang sering dikeluhkan oleh pasien gangguan cemas panik. Suatu kondisi perasaan berputar (baik sekeliling yang berputar atau diri pasien merasa berputar sampai kadang tidak mampu menutup mata) adalah yang menggambarkan seperti apa vertigo itu sebenarnya. Pasien yang benar-benar mengalami vertigo ditemukan adanya masalah di telinga dalam khususnya sistem keseimbangan. Tapi bagaimana jika anda merasa demikian tapi ternyata setelah diperiksa dokter saraf atau THT tidak menemukan adanya masalah pada telinga dalam anda. Dokter saraf atau THT yang memeriksa pasien yang menganggap dirinya mengalami vertigo ternyata tidak menemukan kelainan dan menganggap bahkan apa yang dikeluhkan bukanlah vertigo yang khas.

Vertigo atau Dizziness ?
Gejala seperti vertigo pada pasien gangguan cemas panik sebenarnya adalah gejala yang terkait dengan keluhan dizziness atau pusing. Keluhan ini biasanya menjadi mirip dengan vertigo karena selain berasa berputar juga ditandai dengan gejala lain seperti kepala ringan dan rasa mual.

Gejala vertigo bisa terjadi pada pasien dengan gangguan cemas panik karena pada serangan kecemasan atau panic attack datang pasien cemas sering mengalami hiperventilasi yaitu pasien berusaha untuk menarik nafas sebanyak-banyaknya, memasukkan oksigen ke dalam tubuh dengan bernafas cepat karena ada sensasi sesak dan kesulitan bernafas. Pada kondisi ini tubuh akan mengeluarkan banyak CO2 dan terlalu banyak mengambil O2 suatu keadaan yang akan membuat keseimbangan terganggu yang akhirnya memicu terjadinya perasaan pusing yang diartikan mirip gejala vertigo.

Gejala-gejala hiperventilasi juga akan menyebabkan keluhan yang lain selain perasaan seperti vertigo yaitu kesulitan berpikir, kepala menjadi ringan dan kelemahan tungkai. Inilah yang sering membuat pasien ketika terkena serangan panik dan mengalami hiperventilasi akhirnya malah semakin kacau dan sulit mengendalikan diri.

Kendalikan bernafas anda
Orang yang mengalami hiperventilasi pada saat serangan panik datang akan cenderung merasa kekurangan oksigen, ia akan terus berusaha mengambil oksigen dengan berbagai cara salah satunya dengan bernafas lebih cepat yang akhirnya akan menambah sensasi vertigo dan kesulitan mengontrol keadaan. Hiperventilasi juga bisa berdampak pada perasaan nyeri dada yang semakin membuat perasaan pasien tidak karuan.

Salah satu yang harus disadari adalah berusaha bernafas normal sebisa mungkin. Sindrom hiperventilasi memang tidak segera berlalu. Pasien tidak perlu meminta oksigen tambahan pada saat dirawat di IGD ketika serangan panik datang yang disertai dengan hiperventilasi. Ada baiknya pasien mencoba menyeimbangkan O2 dan CO2 dengan bernafas lebih teratur dan perlahan. Pada beberapa kasus bisa dibantu dengan bernafas melalui kantong kertas yang membuat kadar CO2 menjadi lebih seimbang (lebih banyak). Hal ini akan membuat sensasi gejala vertigo bisa menghilang.

Latihan pernafasan memang diperlukan apalagi oleh pasien yang sering datang keluhan ini secara tiba-tiba. Selain itu pengobatan gangguan cemas paniknya harus segera dilakukan. Jangan menunda masalah ini dengan tidak memperdulikan gejala dasarnya tersebut sebenarnya disebabkan karena gangguan kejiwaan. Silahkan berkonsultasi dengan psikiater terdekat di kota anda. Semoga Informasi ini berguna. Salam Sehat Jiwa




Sabtu, 01 Maret 2014

Update News : Dr.Andri Bergabung Ke Organisasi Gangguan Cemas dan Depresi Tingkat Internasional

Oleh : dr.Andri,SpKJ,FAPM (Psikiater,Psychosomatic Medicine Specialist)
Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera

Saat memulai memfokuskan penanganan kasus psikosomatik di praktek sehari-hari saya telah mencoba untuk melihat dasar-dasar diagnosis pasien yang mengalami gejala-gejala psikosomatik. Setelah melewati 5 tahun perjalanan sebagai psikiater yang berfokus di penanganan kasus psikosomatik, akhirnya saya menyimpulkan bahwa kebanyakan masalah terkait dengan keluhan psikosomatik adalah Gangguan Cemas dan Depresi.

Gangguan cemas yang mempunyai banyak sub tipe seperti Gangguan Cemas Panik dan Gangguan Cemas Menyeluruh, dalam praktek sehari-hari lebih banyak ditemukan sebagai salah satu masalah terkait dengan gangguan psikosomatik. Pasien gangguan cemas hampir lebih dari 80 persen mengeluh keluhan fisik (psikosomatik) dan lebih dari separuhnya telah melewati berbagai macam pemeriksaan fisik yang hasilnya tidak mendukung masalah keluhan fisiknya.

Gangguan depresi walaupun lebih dikenal sebagai gangguan suasana perasaan (mood) sebenarnya juga tidak luput dari masalah keluhan fisik (psikosomatik). Lebih dari 50 persen pasien yang mengalami kesembuhan yang tidak sempurna, kebanyakan mengeluh keluhan fisik adalah keluhan yang tidak membaik seiring dengan perbaikan suasana perasaannya. Gangguan fisik terutama nyeri sering kali menjadi keluhan yang tidak banyak mengalami perubahan dalam perbaikan gangguan depresi walaupun itu merupakan keluhan yang tidak terpisahkan sebenarnya.

Untuk itulah mulai tahun kelima setelah mendapatkan pengakuan sebagai Fellow of Academy of Psychosomatic Medicine (FAPM) dari Academy of Psychosomatic Medicine di Amerika, saya mencari juga organisasi yang bisa membuat saya lebih mendalami lagi aspek-aspek dari masalah psikosomatik yang terkait ke gangguan kejiwaan terutama cemas dan depresi. Beruntungnya hasil pencarian ini mencapai titik temu. Sejak Januari 2014 saya aktif untuk melihat dan mempelajari organisasi Anixety and Depression Association of America (ADAA). Organisasi ini ditujukan untuk para pasien dan profesional. Berbeda dengan organisasi APM yang lebih ditujukan khusus kepada profesional medis khususnya psikiater yang bergerak di bidang Psikosomatik Medis. Niat bergabung saya di ADAA ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang menyeluruh bukan hanya dari kalangan praktisi klinis, namun juga dari para peneliti dan profesional lain di bidang gangguan kecemasan dan depresi. Tujuan akhirnya adalah agar mendapatkan pemahaman yang semakin menyeluruh akan penyakit jiwa yang disebut Gangguan Depresi dan Gangguan Cemas ini.

Semoga keikutsertaan saya dalam organisasi ini menambah pengetahuan agar mampu berbuat lebih baik lagi untuk pasien-pasien saya. Mohon doa dan dukungannya. Salam Sehat Jiwa