psikosomatik

psikosomatik

Jumat, 05 September 2008

Lebih Jauh Dengan Psikosomatik

Tahun 2001 American Psychiatric Association meresmikan dan mensahkan Psychosomatic Medicine sebagai subspesialisasi ketujuh dari Psikiatri. Psychosomatic Medicine awalnya dikenal dengan sebutan Consultation Liaison Psychiatry, suatu keilmuan Psikiatri yang bekerjasama dengan ahli spesialisasi lain dalam menangani pasien-pasien gangguan medis umum yang mengalami gangguan kesehatan jiwa yang dapat mempengaruhi perbaikan penyakitnya dan kualitas hidupnya.
Tahun 2003 American Board of Medical Specialties akhirnya menyetujui Psychosomatic Medicine sebagai subspesialisasi dengan menerapkan segala kurikulum, pelatihan, program jangka panjang dan lain-lain yang menunjang pendidikan berkelanjutan dari bidang yang baru ini. Tidak lama kemudian APA Publisher menerbitkan Textbook of Psychosomatic Medicine dan berbagai buku penunjang lain termasuk synopsis dan student guide-nya. Hal ini kemudian diikuti oleh Prof Michael Blumenfield,MD tokoh Consultation Liaison Psychiatry yang merangkum semua pengetahuan Psikosomatik ke dalam buku Psychosomatic Medicine terbitan Lippincott William and Wilkins tahun 2006.
Semakin jelaslah sebagai subspesialisasi termuda di bidang Psikiatri jalan yang akan ditempuh oleh Psikosomatik. Sebelum mencapai semua itu sebenarnya sejak tahun 1939 The American Psychosomatic Society telah menerapkan konsep Psikosomatik dan menerbitkan jurnalnya yang disebut Psychosomatic Medicine. Hanya saja saat itu karena konsep kelimuan kedokteran belum berkembang seperti sekarang maka agak sulit mendapatkan persetujuan tentang keminatan baru ini.
Banyak pertentangan sebelum Psikosomatik menjadi sub spesialisasi, dalam komunikasi lewat email dengan teman-teman seminat di APM dan APS, hal ini dikarenakan Psikosomatik oleh beberapa Psikiater dianggap hanyalah membuat bias peran psikiater dalam Consultation Liaison Psychiatry,sub spesialisasi cikal bakal Psychosomatic. Konsep Psikosomatik sebenarnya merupakan konsep yang menekankan bahwa pikiran dan tubuh adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi.
Perkembangan ilmu kedokteran saat ini mampu menjawab hal tersebut dengan penelitian yang sangat pesat. Stres sebagai salah satu produk pikiran dapat mempengaruhi tubuh melalaui berbagai mekanisme sistem tubuh, ada yang melalu i sistem imun, sistem endokrin serta sistem-sistem lainnya.
Pendekatan Biopsikososial dari semua penyakit sebenarnya juga adalah pendekatan Psikosomatik. Misalnya anda menderita Flu berat, maka bukan hanya fisik anda yang terpengaruh, tapi juga secara psikologis dan sosial Flu itu juga mempengaruhi anda. Dahulu dan pada umumnya masyarakat awam menilai Psikosomatik sebagai penyakit yang dibuat-buat oleh penderitanya. Pendapat ini salah karena sekarang ilmu kedokteran dapat menjelaskan bagaiaman mekanisme penderita psikosomatik yang dalam pemeriksaan tidak terdapat kelainan apapun namun mengeluh sakit yang tidak terkira. Selain itu juga Psikosomatik bekerja pada pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan dari segi psikologis agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Anda tidak akan menyangka bahwa stress yang akut maupun kronis dapat mempengaruhi sistem tubuh sampai ke tingkat molekuler. Semoga penjelasan sekilas ini dapat membantu anda memahami lebih jauh tentang apa itu Psikosomatik

Kamis, 04 September 2008

Peresmian Klinik Psikosomatik

Menjawab tantangan jaman dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, Omni International Hospital telah membuka Klinik Psikosomatik pada tanggal 1 September 2009. Klinik ini bertujuan untuk tempat berkonsultasi dan terapi pasien-pasien yang mengalami gangguan Psikosomatik.
Gangguan psikosomatik sendiri adalah suatu gangguan yang dalam kedokteran jiwa dikenal dengan nama Gangguan Somatoform. Gangguan ini memiliki beberapa sub gangguan dan yang paling sering adalah : Gangguan Somatisasi, Gangguan Hipokondrik, Gangguan Nyeri, Gangguan Citra Tubuh dan Gangguan Konversi.
Pasien yang sekiranya dapat datang ke klinik Psikosomatik adalah pasien-pasien yang mengalami gangguan fisik tapi setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan tes penunjang tidak didapatkan hasil yang bermakna yang menunjang keluhan fisiknya itu.
Bila pun pasien itu mengalami gangguan fisik, gangguan dan keluhannya saat ini sangat tidak sesuai dengan keadaan sakitnya.
Kami menyadari banyak orang masih enggan untuk datang ke Psikiater karena ketakutan akan stigma Gila yang melekat selama ini. Namun di era modern sekarang ini, kunjungan ke Psikiater rasanya bukanlah hanya milik orang sakit saja. Beberapa orang yang ingin mengkonsultasikan tentang pilihan hidup, rencana ke depan atau yang lain juga dapat menghubungi dan berkonsultasi dengan psikiater.
Jadi bila anda mengalami gangguan PSIKOSOMATIK, jangan ragu untuk berkunjung dan berkonsultasi di Klinik Psikosomatik.

Kamis, 14 Agustus 2008

On Air di radio SONORA 92.0 FM

On Air di Radio SONORA 92.0 FM
Topik : PSIKOSOMATIK
Hari/Tanggal : Kamis/21 Agustus 2008
Jam : 09.00 - 10.00

Kamis, 10 Juli 2008

Diagnosis Gangguan Psikosomatik

Gangguan Psikosomatik sebenarnya tidak terdaftar dalam kriteria diagnosis menurut PPDGJ III dan DSM IV-TR, namun bila ditanyakan kepada teman-teman sejawat dokter dan meminta mereka untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud Psikosomatik, penyakit ini merujuk kepada Gangguan Somatoform.

Gangguan Somatoform yang paling banyak ditemui di Klinik Psikosomatik :

1. Gangguan Somatisasi

2. Gangguan Hipokondrik

3. Gangguan Nyeri

4. Gangguan Konversi

5. Gangguan Citra Tubuh

6. Gangguan somatisasi yang tidak terdefinisikan



Selasa, 08 Juli 2008

Lebih Dekat Dengan Psikosomatik

Psikosomatik adalah cabang spesialisasi dalam Psikiatri/Ilmu Kedokteran Jiwa yang disahkan oleh American Psychiatric Association sebagai subspesialisasi ke-7 tahun 2001 dan disahkan pula oleh American Medical Board of Specialties tahun 2003. Selama ini yang lebih mewakili Psikosomatik adalah Consulation Liaison Psychiatry, suatu cabang ilmu psikiatri yang bekerja sama dengan sejawat spesialisasi lain untuk merawat pasien medis yang mengalami gangguan kesehatan jiwa
Yang dilakukan oleh dokter yang berkecimpung dalam Psikosomatik adalah merawat pasien-pasien yang :
1. Patients with an acute or chronic medical, neurological, or surgical illness in which psychiatric morbidity is actively affecting their medical care and/or quality of life.
2. Patients with a somatoform disorder or with psychological factors affecting a physical condition (“psychosomatic condition”), regardless of the presence or absence of a co-morbid medical illness;
3. Patients with a psychiatric disorder that is the direct consequence of a primary medical condition(s), as defined in the American Psychiatric Association’s (APA) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV). e.g., Delirium, Dementia, “Organic brain disorder”

Bidang ini belum berkembang baik di Indonesia, apa penyebabnya?
- STIGMA yang melekat pada Psikiatri sendiri merupakan sebab paling mendasar. Orang biasanya hanya berpikir bahwa yang datang ke Psikiater itu hanyalah orang yang mengalami gangguan jiwa yang berat atau GILA.
- Orang berpikir bahwa gangguan jiwa bukanlah gangguan medis, jadi hal ini membuat sepertinya profesi psikiater itu berbeda dengan dokter-dokter pada umumnya. Padahal kita tahu bahwa untuk menjadi Psikiater seseorang harus melewati pendidikan dokter umum terlebih dahulu dilanjutkan dengan pendidikan dokter spesialis Psikiatri. Psikiatri itu merupakan bidang keilmuan dalam kedokteran dan bukan dalam psikologi.
- Terminologi umum tentang Psikosomatik selama ini hanyalah merujuk pada suatu gangguan jiwa yang mempunyai keluhan utama gejala fisik walaupun tidak dapat ditemukan patofisiologi atau dasar keluhan fisik itu. Itulah yang dalam psikiatri disebut sebagai gangguan Somatoform yang terbagi menjadi somatisasi dan hipokondriasis.
- Belum menyebarnya informasi tentang Psikosomatik di kalangan dokter, kebanyakan mengira gangguan ini hanyalah gangguan yang malingering atau palsu.
- Secara umum kita merasakan kepentingan untuk memperhatikan fisik dahulu baru kemudian mental. Padahal gangguan jiwa itu asalnya dari gangguan fisik di otak yang sayangnya memang tidak bisa terdeteksi dengan alat-alat seperti CT-Scan/MRI namun sekarang ini bisa dilakukan dengan fMRI atau Pet-SCAN.
- Perkembangan ilmu psikiatri khususnya di bidang Psikiatri Biologi sudah demikian pesat dengan adanya Psikoneuroimunulogi, Neuroendokrin, Neuroimunologi dan ilmu-ilmu dasar lainnya. Namun hal ini belum diminati.