psikosomatik

psikosomatik

Minggu, 17 April 2011

Hipnosis Bukan Penyembuh Segala Gangguan Jiwa

Suatu waktu seorang calon pasien bertanya lwt email kepada saya, apakah saya bisa hipnosis dia shg dia mampu menghilangkan segala kekecewaan yg membuatnya depresi. Dia berharap sy bisa menggunakan cara hipnosis utk menghapus kekecewaan itu.Sambil bercanda dlm menjawab email itu sy berkata "Jikalau saya bisa melakukan itu, sdh pasti sy tidak akan mampu menjawab email ibu ini krn pasien saya sdh antri begitu byk!".
Orang sering salah kaprah dgn hipnosis, banyak mereka mengira bhw hipnosis spt cuci otak yg bs segera menyembuhkan segala macam penyakit jiwa. Hal ini benar-benar salah.Apa yg terjadi pd pasien jiwa sampai dia mengalami kondisi ggn kejiwaan apapun jenisnys itu adalah proses yg tdk berlangsung tiba-tiba.
Sebagai contoh adalah proses perubahan struktur mekanisme adaptasi otak yg salah dan pengaktifan sistem stress di otak yg membuat pasien mengalami gejala-gejala psikosomatik, kecemasan atau depresi berlangsung tdk dlm waktu singkat. Itu berangsur-angsur terjadi. Perbaikannya pun berangsur-angsur terjadi bisa dgn bantuan obat dlm waktu tertentu, perubahan daya adaptasi lwt konsultasi berbasis psikoterapi Cognitive Behavior atau Interpersonal dan latihan pasien sendiri.
Jadi tidak ada yg bisa instant dlm penyembuhan gangguan cemas, depresi dan psikosomatik. Semua butuh waktu tertentu agar mendapatkan kestabilan kembali. Apalagi jika berhubungan dengan Skizofrenia. Hipnosis adalah kontraindikasi untuk kondisi gangguan jiwa skizofrenia namun sayangnya masih byk yg tidak mengerti ini.
Hal ini ditambah lagi dgn banyaknya praktek hipnosis yg bukan dilakukan oleh orang yg mengerti kesehatan secara formal (bukan dilakukan oleh dokter) namun berupaya memberikan solusi masalah kesehatan (terutama masalah kesehatan jiwa)
Semoga informasi ini membantu.

Andri,dr,SpKJ
Psychosomatic Medicine Specialist
Anggota The American Psychosomatic Society

Tidak ada komentar: