psikosomatik

psikosomatik

Rabu, 03 Juli 2013

Gangguan Realita Mungkin Sebab Novi “Membuka” Baju ?

Gangguan Realita Mungkin Sebab Novi “Membuka” Baju ?
Oleh : dr.Andri,SpKJ
Pengamat Kesehatan Jiwa Masyarakat
Psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera
Twitter : @mbahndi

Novi kembali membuah heboh. Belum selesai kasus persidangan kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami olehnya saat ini dia mengalami kejadian yang hampir serupa. Jika dahulu Novi sang model ini ditemukan dalam keadaan minim busana di mobil yang dikendarainya, kali ini dia juga melakukan hal yang serupa yaitu membuka bajunya sambil berteriak-teriak. Sebenarnya apa yang terjadi pada Novi sehingga bisa melakukan hal seperti itu. Tulisan di bawah ini akan berusaha melihat sisi medis dan psikologis dari apa yang terjadi pada diri Novi.

Gangguan Realita
Semua orang pasti setuju jika apa yang dilakukan oleh Novi adalah hal yang tidak wajar. Tidak wajar dilakukan oleh orang yang mungkin dalam kondisi normal pikiran dan perasaannya. Tidak heran banyak pendapat yang mengatakan mungkin Novi mengalami gangguan kejiwaan sehingga nekat melakukan hal itu. Hanya orang yang pikiran dan perasaanny terganggu yang bisa melakukan hal tidak senonoh seperti itu, mungkin pikiran sebagian masyarakat.
Dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri, apa yang terjadi pada Novi bisa disebabkan karena berbagai faktor. Kondisi medis umum, masalah gangguan kejiwaan sampai penggunaan zat-zat yang mempengaruhi otak bisa menjadi penyebab perilaku yang dialami oleh Novi.
a.       Gangguan Medis Umum
Orang yang mengalami guncangan di otaknya akibat trauma kepala atau mengalami ketidakseimbangan otak akibat demam tinggi atau adanya infeksi otak bisa mengalami gejala-gejala gangguan dalam perilaku, perasaan dan pikirannnya. Dalam dunia medis orang ini mengalami delirium. Penyakit tumor otak, pasca kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan gegar otak atau karena demam tinggi akibat infeksi virus atau bakteri bisa menyebabka gejala-gejala gangguan perilaku dan perasaann.

b.      Gangguan Kejiwaan
Pasien yang mengalami gangguan kejiwaan seperti pasien skizofrenia bisa mengalami kondisi seperti yang terjadi pada Novi pada saat akut (atau saat kondisi skizofrenianya sedang kambuh). Tidak adanya penilaian realita sering menjadi penyebab kondisi gangguan perilaku pada pasien skizofrenia. Orang kemudian sering mengidentikan bahwa apa yang terjadi pada orang yang mengalami kekacauan pikiran dan tingkah laku berarti mengalami gangguan jiwa berat. Padahal tidak selalu. Pasien skizofrenia yang melakukan pengobatan dengan teratur biasanya bisa mengontrol pikiran dan perilakunya.

c.       Penggunaan zat narkotika
Penggunaan zat narkotika terutama alkohol, zat stimulan seperti sabu-sabu dan ekstasi bisa menyebabkan masalah dalam aktifitas sistem otak yang bisa mengarah ke suatu gangguan dalam penilaian realita. Aktifitas dopamin dan serotonin yang berlebihan pada orang yang menggunakan sabu-sabu atau ekstasi bisa mengarah kepada suatu kondisi adanya gejala halusinasi dan waham/delusi. Orang bisa mendengar bisikan-bisikan atau mengalami keyakinan paranoid berhubungan dengan orang dan hal-hal sekitar pasien. Kondisi ini yang bisa menjadi berbeda setiap orang, tergantung sistem otak orang tersebut. Alkohol juga bisa membuat adanya masalah perilaku karena sifatnya yang melawan inhibisi atau hambatan otak terhadap perilaku manusia. Sehingga orang yang makan alcohol bisa melakukan hal-hal di luar kewajaran karena tidak merasa malu atau tidak mempunyai pikiran untuk menghambat perilaku yang memalukan misalnya.


Kok Buka Baju?
Pertanyaan lain yang mungkin ada di benak pembaca adalah mengapa Novi ini membuka baju daam setiap kejadian dan mengatakan sambil berteriak-teriak untuk Perkosa dirinya? Untuk lebih jelasnya tentu perlu dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap diri dan kejiwaan dari Novi sendiri. Apa yang membuat dirinya mempunyai pikiran seperti itu ketika dalam kondisi “mabuk”.
Penjelasan psikologis terkait dengan perilakunya mungkin bisa dikarenakan peristiwa traumatik di masa lalu yang berhubungan dengan perlakuan seksual. Sudah barang tentu seperti penyebab masalahnya sendiri harus dicari lebih lanjut lagi.

Perlu Diterapi

JIka memang kondisi Novi terkait dengan salah satu kondisi di atas, maka sebenarnya Novi perlu diterapi lebih lanjut. Jika masalah kejiwaan yang dialami Novi, maka ada baiknya pengobatan secara benar baik dari segi obat-obatan dan terapi psikologis perlu dilakukan kepada diri Novi. Apalagi jika masalah gangguan jiwa yang dialami bisa mengakibatkan pemakaian zat-zat narkotika yang malahan semakin memperberat masalah dan menimbulkan ekses yang kurang baik untuk diri dan kejiwaan Novi. Semoga tulisan ini bisa berguna untuk sedikit membuka wawasan kita akan fenomena gejala gangguan kejiwaan. Salam Sehat Jiwa. 

1 komentar:

Rony Doang mengatakan...

jadi bisa ngerti akan gangguan jiwa dok..saya liat novi tentunya kasihan akan kondisinya..orang yg sehat pasti ketawain dia, bilang dia gila lah, sarap lah..
cuman saya sangat prihatin liat kondisi jiwa beliau dok..saya berasumsi kalo novi terlalu berlebihan konsumsi alkohol atw bisa jadi pemakai narkotika..blum lagi stress karena materi dunia, kesepian job bisa juga bikin dia stress,,ya ujung2nya skizo..semoga novi segera sembuh dan kembali bertobat kembali ke jalan Tuhan..